
-
”Untuk tahun-tahun terakhir ini tanaman albasiah merupakan jenis tanaman favorit bagi seluruh masarakat pertanian, karena tanaman ini memiliki kuantitas harga yang cukup menjanjikan bagi kalangan petani, dan untuk sekarang ini kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, ini terbukti dengan ekspor kayu olahan khususnya Albasia yang terus mengalami lonjakan.
”Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar akan kayu olahan khususnya dari tanaman Albasiah, ini semakin menjadikan stimulus atau rangsangan bagi para petani untuk berlomba-lomba membudidayakan tanaman albasiah sebanyak-banyaknya, dan ini sangat di harapkan oleh para petani, karena efeknya akan mampu meningkatkan pendapatan para petani itu sendiri.
-
”Bagi para petani tanaman albasia boleh dibilang sebagai tanaman investasi, karena masa panennya memang idealnya berjangka, yaitu hampir kurang lebih 5-6 tahun jarak panennya, itu merupakan waktu yang sangat pendek, karena tanaman albasia sendiri akan cepat tumbuh kalau kadar kesuburan tanahnya sangat baik, sehingga dalam jangka waktu 4 tahun pun bisa di panen.
”Dengan jangka waktu jarak masa panen yang pendek tersebut, masarakat tani pun akan lebih cepat untuk mendapatkan penghasilan tahunan atau berjangka. jadi dalam hal ini bukan hanya para pengusaha yang dapat berinvestasi, masarakat petani pun bisa berinvestasi ,dengan cara menanam tanaman albasia sebanyak-banyaknya, karena semakin kita menanam dalam jumlah banyak, maka rupiah pun akan bertambah pula. dan di sini investasi yang paling kecil resikonya, mungkin investasi tanaman albasiah, paling yang paling sering terjadi mungkin dari hama penyakitnya dan kemarau panjang, tetapi biasanya tidak semuanya mati, mungkin untuk modalnya itu sendiri dapat tertutup, dan untuk sekarang ini tanaman albasiah di kategorikan tanaman paling menjanjikan untul masa depan.
-
”Untuk itu ayo bapak-bapak dan ibu-ibu tani, kita budidayakan tanaman ini, karena sangat cerah lho untuk masa depan kita sebagai petani….trima kasih .
Filed under: BERITA DESA, BERITA HARI INI, PERTANIAN Ditandai: | PERTANIAN



