PERTANIAN DI DESA BAGOLO

Desa Bagolo merupakan sebuah daerah yang di huni masyarakat yang sebagian besar bermata pencahariannya sebagai petani, baik itu petani sawah maupun petani kebun. hal ini di karenakan struktur tanah di Desa Bagolo cukup subur, sehingga sangat dominan bagi petani Bagolo untuk bercocok tanam. terdapat 2 lokasi persawahan di Desa Bagolo, yaitu Sawah Palatar dan Sawah Karapyak. sawah palatar merupakan areal persawahan yang terletak di sekitar Wilayah Palatar Agung, yang sebagian masuk ke wilayah Bagolo dan sebagian lagi masuk ke wilayah Desa Pamotan, dan sawah palatar memang bertepian sebuah pantai yaitu pantai palatar agung. dan yang satunya lagi adalah sawah karapyak, yang memang berada di areal pantai karapyak. ke-2 lokasi tersebut merupakan wilayah kerja petani sawah yang ada di bagolo. sedangkan untuk petani kebun, merupakan mereka yang bertaninya di daratan, dan hampir semua petani sawah juga merangkap petani kebun, dikarenakan mereka juga memiliki tanah daratan juga. biasanya di kebun mereka menanam tanam-tanaman yang punya jangka waktu panennya lama, misalnya tanaman pisang, albasiah, dan kayu-kayu lainnya. dan biasanya pengerjaannya pun mendahulukan pertanian sawah dahulu, karena terbatas oleh waktunya yang singkat, maklum sawahnya juga masih tadah hujan, baru setelah semuanya di sawah selesai berpindah ke pertanian darat (kebun), kalau di lihat dari pembagian kerja petani yang ada memang cukup menunjang untuk kemajuan pertanian di Desa Bagolo, tinggal kreativitas para petaninya yang perlu di tingkatkan, karena untuk sekedar pemenuhan kebutuhan pangan petani, khususnya Desa Bagolo. Dengan modal sumber pertanian desa yang ada, Desa Bagolo akan lebih kuat dinilai dari sumber ketahanan pangan, dengan di dukung postur tanah yang sebenarnya cocok untuk segala jenis tanaman, sedang barang komoditi unggulan Desa Bagolo adalah buah kelapa dì samping tanaman keras lainnya misalnya kayu albasiah, mahoni dll, yang memiliki nilai jual yang ekonomis bagi para petani di Desa Bagolo. untuk itu kemajuan pertanian khusus para petaninya akan cepat terealisasi, jika kesuburan tanah yang ada di kelola semaksimal mungkin dan juga petaninya sendiri mau mampu mengelolanya dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: