TANAMAN KAYU ALBASIAH SEBAGAI TANAMAN FAVORIT BAGI MASARAKAT DESA BAGOLO

Kayu Albasiah adalah kayu sejenis sengon yang sekarang ini sedang banyak menjamur di kalangan masyarakat petani Indonesia, khususnya pulau jawa, termasuk Desa Bagolo yang keberadaannya di Jawa Barat bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Ciamis. tanaman kayu Albasiah akhir-akhir ini menjadi primadona tanaman petani yang memang memiliki nikai ekonomi yang cukup tinggi, karena memiliki nilai jual yang lumayan laku di pasaran dunia, sehingga tidak mengherankan bagi para petani, termasuk masyarakat petani yang ada di Desa Bagolo sendìri ikut berlomba-lomba menanam tanaman kayu albasiah sebanyak mungkin. perkembangan tanaman albasiah di desa Bagolo sendiri sudah di budidayakan, dan memang menjadikannya sebagai sumber tambahan penghasilan jangka panjang. Desa Bagolo yang memang kadar tanahnya cukup subur menjadikan lahan yang potensial bagi para petani untuk membudidayakannya seoptimal mungkin, karena dengan posisi tanah yang subur tersebut tanaman albasiah akan cepat tumbuh dan cepat besar sehingga bisa di panen dalam waktu yang cepat pula, di Desa Bagolo sendiri tanaman albasiah dari penanaman bibit sampai bisa di panen memerlukan waktu kira-kira 4 tahun, untuk tanah yang subur, dan memang idealnya sekitar 6 tahunan. memang karena tanaman albasiah memiliki waktu yang cukup singkat itulah masyarakat Desa Bagolo sendiri ramai-ramai membudidayakannya, di bandingkan kayu mahoni yang memerlukan waktu puluhan tahun untuk dapat di panen, apalagi untuk bibit albasiah sendiri di Desa saya cukup gampang mendapatkannya, karena hampir tiap hari ada yang jualan keliling, apalagi kalau pas musim tanam. Dengan semakin lakunya kayu albasiah di pasaran dunia, maka semakin mempermudah pengusaha-pengusaha lokal di daerah Bagolo sendiri untuk menampung kayu-kayu tersebut untuk diolah sebagai bahan mentah dan untuk di jual lagi ke luar daerah. ini semua menjadikannya motivasi bagi masarakat Desa Bagolo untuk memenuhi kebutuhan dunia akan kayu albasiah tersebut, dan kalau di lihat hampìr semua kebun -kebun para petani di desa bagolo banyak dì tanami kayu tersebut, sebagai tanaman jangka panjang di samping tanaman yang lainnya, karena memang perawatannya yang begitu mudah, paling para petani akan memerlukan kurun waktu 3 bulan untuk merawat secara rutin, itupun termasuk pemupukan dan penyiangan dari ilalang, dan selebihnya apabila sudah sebesar gelang tangan orang desa paling perawatan biasa. apakah anda menanam juga seperti saya yang ada di Bagolo…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: