HAJAT BUMI DAN HAJAT LAUT DI DESA BAGOLO

Suatu daerah umumnya memiliki ciri khas budaya tersendiri, yang biasanya berbeda dengan daerah lainya. budaya itu sendiri terkadang di pengaruhi oleh aktivitas dan keadaan alam dari daerah tersebut. seperti halnya apa yang ada di Desa Bagolo sendiri, yang memiliki sebuah kebudayaan yang sudah temurun dari jaman dahulu kala, yaitu adanya budaya Hajat Bumi dan Hajat Laut. Hajat Bumi itu merupakan sebuah aktivitas warga masarakat untuk memberikan rasa syukur kepada Tuhan YME atas segala nikmat yang dilimpahkannya kepada manusia dan bumi ini. sedangkan Hajat Laut itu sendiri merupakan sebuah proses rasa syukur atas nikmat yang diberikan kepada masarakat, atas begitu banyaknya nikmat yang di ambil dari laut, jadi yang membedakannya adalah hajat bumi identik dengan nikmat yang ada di darat/tanah, sedangkan hajat laut nikmat yang ada di laut/air. 2 kebudayan ini di Desa Bagolo sendiri di selenggarakan setahun sekali, tepatnya pada bulan Muharram. hajat bumi sendiri dulunya di kenal dengan nama Babarit, 2 hajatan ini memang di lakukan dalam bulan yang sama, cuma beda harinya saja, hajat bumi dulunya kebanyakan di adakan oleh para petani yang penghasilannya di hasilkan dari Bumi/tanah, sedangkan hajat laut di selenggarakan oleh para nelayan, dengan exsistnya 2 budaya ini dalam setiap tahun maka patutlah untuk di angkat menjadi bagian dari kebudayan yang ada di Desa Bagolo. apalagi untuk sekarang ini pesta bumi dan laut ini bisa dijadikan sebagai sebuah promosi wisata di desa Bagolo. Dan budaya ini pun perlu di pertahankan atau dilestarikan sebagai aset budaya yang ada di Desa Bagolo khususnya dan Indonesia umunya. apalagi di desa bagolo sendiri masarakatnya sebagian besar petani dan nelayan, dimana patut untuk bersyukur kepada sang pencipta minimal setahun sekali, dan mengajarkan kepada anak cucu kita akan penting berterima kasih kepada NYA. pesta hajatan itu biasanya begitu meriah karena melibatkan warga masarakat Desa Bagolo sendiri, apalagi sekarang ini banyaknya sponsor yang mau menyumbangkan dananya untuk sebuah hajatan masal, dimana mereka merasa peduli akan keberadaan 2 kebudayaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: