Mengakui dan Mencintai Rasulullah

” Tidak ada sesuatu
di antara langit dan bumi yang tidak tahu bahwa saya adalah Rasulullah kecuali mereka yang ingkar dari kalangan jin dan manusia. ” ( HR.Ibnu Hanbal dari Abu Hurairah )

nabi1

    Jika Allah swt dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi Muhammad saw maka dapatlah di tarik satu kesimpulan tentang posisi kemuliaan laki-laki tampan penutup para Rasul itu. Kemuliaanya adalah kemulian yang tak main-main, karena sang Khaliq sendiri melapalkan shalawat yang di maknai para ulama sebagai curahan rahmat bagi cucu Abdul Muthalib itu. Demikian juga malaikat yang jumlahnya tak terhingga, yang memenuhi 7 lapis langit , serta bertebaran di dunia, bershalawat sebagai sebuah doa untuk keselamatan dan permohonan ampun baginya. lantar wajarlah, sebagaimana termaktub dalam surat al-Ahzab ayat 56, kaum muslim di perintahkan untuk senantiasa bershalawat kepadanya….Tak hanya manusia, pohon dan binatang pun, di kabarkan bershalawat kepada Beliau.

    Mereka yang sehari-hari tak pernah kita ketahui bercakap dan berkata-kata itu mengakui kedudukan putra Abdullah dan Siti Aminah itu sebagai Rasulullah yang dialamatkan kemuliaannya padanya. Imam Bukhari dan Muslim pernah meriwayatkan sebuah hadits dari Abdullah Ibnu Masud bahwa sebatang pohon pernah menghampiri Rasulullah saw ketika sesosok jin berkata kepada Nabi saw.
    ” Siapa yang akan bersaksi untukmu ?” ujar jin itu
    Nabi lalu menjawab: ”Pohon ini. kemarilah, wahai pohon!”lantas pohon kayu itu datang dengan mencabut akar-akarnya seraya mengeluarkan suara yang berisik.
    Hajar Arwad yang berada di Ka’bah, sebagaimana di beritakan hadis Imam Muslim, diakui Nabi adalah satu batu di Mekah yang tak pernah absen menyalaminya. Al- Baihaqi juga meriwayatkan hadist dari Jabir bin Abdullah bahwa jika Nabi berjalan maka setiap batu dan pohon yang di lewatinya bersujud memberi penghormatan kepadanya.

Dalam sebuah Hadist dengan sanad yang kuat dari Abu Hurairah melalui periwayatan Ibnu Hanbal, dikisahkan pula bahwa Nabi pernah masuk ke dalam satu taman dan beberapa ekor unta yang ada di taman itu bersujud kepada Beliau. kisah serupa pula juga terdapat dalam Hadits riwayat Tsa’labah bin Malik, saat Nabi memanggil salah satu unta yang di panggil Nabi lantas bersujud sampai mulutnya menyentuh tanah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: