Palatar Agung Merupakan Lahan Pertanian Yang Cukup Produktif

beritaterbaru

    palataragung2

palataragung3

    ”Palatar Agung merupakan suatu wilayah yang ada di Desa Bagolo yang merupakan kawasan pertanian yang posisinya langsung berhadapan dengan pantai selatan. Daerah palatar agung yang tadinya merupakan sebuah lautan, dan mengalami proses sedimentasi yang terjadi bertahun-tahun, akhirnya endapan-endapan lumpur yang di bawa oleh sungai citanduy, kemudian terbawa oleh laut dan mengendap sehingga timbul sebuah daratan yang di beri nama Palatar Agung.”Kini Palatar Agung telah berubah menjadi sebuah areal pertanian yang cukup potensial bagi masarakat Desa Bagolo, dan menjadikannya daerah tersebut menjadi sentral pangan khususnya padi dan tanaman palawija lainnya bagi masarakat tersebut. Palatar Agung memang memiliki postur tanah yang cukup subur, daerah yang tadinya merupakan kumpulan pasir kemudian di olah secara bersinambung dan berubah menjadi tanah yang sangat cocok untuk tanaman padi , jagung dan tanaman palawija lainnya.
    ”Dewasa ini petani dapat memanen padinya 2 kali dalam setahun, maklumlah karena pesawahan ini masih mengandalkan curah hujan atau sawah tadah hujan, tetapi cukup untuk memenuhi perbekalan masarakat Desa Bagolo. adapun di waktu kemarau tiba, para petani banyak mengembangkan tanaman jagung dan kacang-kacangan, karena terbukti hasilnya cukup bagus, sehingga terbukti pesawahan di palatar agung ini merupakan sawah yang efektip juga untuk bercocok tanam, adapun kendalanya adalah sawah ini memang memerlukan pemupukan yang cukup banyak artinya memang cukup boros akan pupuk. adapun yang kedua adalah sawah ini tidak mampu lama menampung air, karena memang di bawahnya terbentuk dari pasir, sehingga sawah palatar agung cepat mengalami kekeringan apabila kemarau tiba.
    ”Walaupun demikian pertanian di palatar agung menjadi daerah yang sangat penting bagi masarakat Desa Bagolo karena memang sentral pangan bagi masarakat. dan daerah pesawahan palatar agung luasnya terus semakin bertambah, seiring dengan proses pengendapan lumpur yang terur berlangsung di tepi pantai, dan petani pun tidak menyia-nyiakan hal tersebut untuk di diolah secara terus-menerus hingga berubah menjadi sebuah lahan yang produktif.

Satu Tanggapan

  1. Hi, interesting post. I have been thinking about this issue,so thanks for posting. I will definitely be coming back to your posts.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: